Screening for Plagiarism Policy
Plagiarisme dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu:
-
Penulis dengan sengaja menyalin karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri.
-
Penulis menyalin karya miliknya yang telah dipublikasikan sebelumnya, baik seluruhnya maupun sebagian, tanpa mencantumkan referensi yang sesuai. Tindakan ini dikenal sebagai self-plagiarism atau duplicate publication.
Plagiarisme sebelum publikasi
HONAI CENDEKIA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat akan menilai setiap dugaan plagiarisme secara objektif sesuai dengan kebijakan editorial. Jika plagiarisme terdeteksi, baik oleh editor, reviewer, maupun staf editorial pada tahap apa pun sebelum publikasi — baik sebelum penerimaan, selama proses review, editing, maupun proofreading — maka penulis akan diberitahu dan diminta untuk memperbaiki naskah dengan menulis ulang bagian yang bermasalah atau mencantumkan sumber referensi yang sesuai.
Apabila ditemukan plagiarisme dalam jumlah besar, yaitu sekitar 30% atau lebih dari keseluruhan isi naskah, maka artikel dapat ditolak dan pihak institusi penulis dapat diberitahukan.
Waktu pengecekan plagiarisme
Setiap manuskrip yang dikirimkan ke
HONAI CENDEKIA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
akan diperiksa tingkat kemiripannya setelah proses submit.
Pemeriksaan dilakukan sebelum naskah masuk ke tahap review dan menjadi bagian dari proses seleksi editorial.
Metode pengecekan plagiarisme
Pemeriksaan plagiarisme dilakukan menggunakan perangkat lunak pendeteksi kesamaan naskah, seperti:
-
Turnitin
-
iThenticate
-
Plagiarism Checker X
Perangkat lunak tersebut digunakan untuk mendeteksi adanya kesamaan teks dengan publikasi lain yang telah tersedia secara online maupun dalam database ilmiah.
Keterbatasan dalam deteksi plagiarisme
Dalam beberapa kasus, naskah asli mungkin tidak dapat dibandingkan secara penuh karena keterbatasan akses pada database tertentu, pembatasan oleh penerbit, atau karena artikel belum terindeks oleh layanan pengindeks.
Dalam kondisi tersebut, kemungkinan plagiarisme yang tidak terdeteksi dapat terjadi di luar kemampuan sistem pemeriksa. Namun demikian, HONAI CENDEKIA tetap berkomitmen menjaga integritas akademik dan akan menindaklanjuti setiap laporan plagiarisme yang diterima setelah publikasi.